BisnisHead LineLingkunganPemda

BELUM KANTONGI AMDAL, PEMKAB AKAN HENTIKAN KEGIATAN PT MULTI OPTIMAL SENTOSA

OKNUM DINAS LINGKUNGAN HIDUP MELINDUNGI PT MOS

PURWAKARTA (eNPe.com) – Pemkab Purwakarta akan menghentikan kegiatan cut and fill PT Multi Optimal Sentosa (MOS). Menurut satu pejabat di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), perusahaan itu belum mengantongi amdal.

Heri Lukman, Kabid Pengendalian di DPMPTSP menegaskan itu kepada sejumlah media kemarin (27/11). ” Mestinya PT MOS mematuhi aturan. Jangan melakukan aktivitas apapun sebelum mengantongi Amdal,” jelas Heri.

Pihaknya menegaskan, akan berkoodrinasi dengan dinas terkait untuk menghentikan kegiatan PT MOS. “Kita ingin aturan tegak. Maka dari itu akan kita hentikan,” jelas Heri.

Kegiatan penataan lahan (cut and fill) kawasan industri PT Multi Optimal Sentosa (MOS)  di Desa Hegarmanah,  Kecamatan Babakancikao,  sudah berjalan, meski belum mengantongi izin. 

Ketua Pusat Pengkajian Pembangunan Purwakarta (KP4) Budi P mengatakan pihak pemerintah daerah harus bersikap tegas dengan menghentikan kegiatan pengoperasian alat berat di kawasan industri milik PT MOS tersebut.  Pasalnya, pihak pengelola kawasan belum melengkapi persyaratan agar bisa melakukan aktivitas penataan lahan.

“Sebaiknya Pemkab Purwakarta bertindak tegas dengan menghentikan sementara aktivitas di kawasan industri sebelum pihak pengelola melengkapi semua persyaratannya, ” kata Budi.

Menurutnya,  jika Pemkab Purwakarta membiarkan permasalahan yang ada di kawasan industri PT MOS di Kecamatan Babakancikao akan menjadi preseden buruk di dunia investasi di Purwakarta.

DILINDUNGI ORANG LH

General Affair PT MOS Daryono ketika ditemui wartawan mengatakan izin lokasi  sudah dikantongi PT MOS,  namun ia mengakui bahwa Amdal PT MOS tengah diproses di Badan Lingkungan Hidup Purwakarta.

“Saya sering komunikasi dengan Kabid Pak Uu Nurjaman mengenai masalah Amdal.  makanya saya berani beraktivitas karena dapat jaminan dari orang LH, ” katanya.

Sementara Kabid Perijinan H.  Yadi mengakui selayaknya PT MOS mematuhi aturan dengan tidak melakukan aktivitas penataan lahan sebelum mengantongi dokumen Amdal.(ril/PU).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *