BisnisHead LineLingkunganPemda

BELUM KANTONGI AMDAL, PEMBANGUNAN PABRIK ELEKTRONIK PT META BAKTI MANDIRI DI CIRANGKONG MESTI DIHENTIKAN

KETUA KMP : BUPATI MESTI TEGAS, KARENA BAKAL MEMBAHAYAKAN WARGA

PURWAKARTA (eNPe.com) – Pembangunan pabrik elektronik PT Meta Bakti Mandiri di Desa Cirangkong Kecamatan Cibatu – Purwakarta, ternyata belum mengantongi Anasila Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) . Menurut satu pejabat Pemkab Purwakarta, bangunan seluas itu mesti punya Amdal Lalu Lintas.

Yusan Arun, Kepala Seksi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Pemkab Purwakarta menegaskan itu kepada eNPe.com beberapa waktu lalu. “Setahu saya perusahaan itu belum mengantongi izin Amdal Lalin,” jelas Yusan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Purwakarta Deden Guntari, terkait Amdal PT Meta Bakti Mandiri apakah sudah ada atau belum, enggan menjawab. Deden Tidak mengiyakan, juga tidak membantah, kalau Amdalnya belum ada.

Menurutnya, sesuai aturan UU, kalau bangunan pabrik itu di bawa 1.500 m2 maka tidak diperlukan Amdal Lalin. “Jadi regulasinya seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Purwakarta Deden Guntari, ketika ditanya soal Amdal pembangunan pabrik itu apakah sudah ada atau belum, Deden tidak mengiyakan juga tidak membantah. Pertanyaan yang dikirim melalui saluran whatsapp tidak direspon sama sekali.

AMDAL TIDAK LAYAK DITERBITKAN

Sementara itu, Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) Zaenal Abidin menyatakan kalau melihat kondisi pabrik dan lingkungan sekitar, Amdal dan Amdal Lalu Lintas tidak layak dikeluarkan.

“Kalau mereka sampai menerbitkan Amdal, pasti ada permainan uang,” jelas Zaenal.

Menurutnya, jalan yang ada adalah jalan kampung, kecil dan tidak layak untuk jalan industri. “Sementara kalau melihat sekelilingnya adalah sawah produktif, maka tidak mungkin dibuat jalan,” jelas Zaenal.

Apalagi soal tata kelola limbah, menurut Zaenal, limbah itu mau dibuang ke mana? “Sementara di sekitar lokasi tidak ada sungai pembuang. Jadi pembangunan pabrik ini layak dihentikan,” jelas Zaenal.

Sebelumnya, satu pabrik elektronik berdiri di tengah pemukiman warga di Desa Cirangkong. Pabrik ini dalam jangka panjang, menurut Zaenal, bakal memicu masalah. Kini jalan lingkungan mulai rusak akibat pembangunan pabrik ini.

DIHENTIKAN SAJA, BAKAL MEMICU MASALAH

Maka dari itu, KMP menurut ZA sapaan akrab Zaenal, akan meminta Bupati untuk menghentikan pembangunan pabrik itu. “Kami akan kawal terus proses penutupan ini. Ketimbang dalam jangka panjang bakal memicu banyak masalah,” jelasnya.

Bupati, menurut Zaenal, jangan menutup mata soal belum adanya Amdal ini. “Kalau mereka menutup mata, pasti ada permainan. Kita akan bongkar permainan ini,” jelas Zaenal.

Satu warga yang mengikuti proses pembebasan lahan seluas 5 hektare ini menuturkan, perusahaan membebaskan lahan pada empat tahun lalu. Menurutnya, saat itu peruntukan lahan untuk perumahan bukan untuk pabrik. (bay/KDR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close