Head LinePemdaPolitik

BAWASLU SEJAK AWAL DIDUGA INGIN SINGKIRKAN WIDDY APRIANDI

SAAT WAWANCARA WIDDY MERASA DIJEBAK

PURWAKARTA (newspurwakarta.com) – Hasil penelusuran newspurwakarta.com mengungkap banyak fakta kejanggalan rekrutmen tenaga non ASN di Bawaslu Purwakarta. Kepala sekretariat Bawaslu berkali-kali menegaskan bahwa yang menentukan lulus dan tidaknya itu hanya hasil wawancara. Sementara Ketua Bawaslu berkata lain. Menurutnya, yang menentukan seseorang diterima atau tidak itu hasil akumulasi penilaian antara nilai administratif, nilai CAT dan nilai hasil wawancara.

Kepala Sekretariat Bawaslu Purwakarta Cepi Saprudin dan Ketua Bawaslu Purwakarta Ujang Abidin menegaskan hal itu kepada newspurwakarta.com kemarin (14/2) secara terpisah. “Widdy memang nilai CATnya terbaik yaitu 71, tapi yang menentukan seseorang diterima atau tidak itu hanya dari wawancara. Dan nilai wawancara Widdy hanya 68,” jelas Cepi. Media ini sampai bertanya sebanyak tiga kali untuk soal penentu diterima dan tidaknya seseorang. Dan Cepi dengan konsisten menegaskan bahwa yang menentukan itu hasil wawancaranya.

Sementara, Ketua Bawaslu menegaskan bahwa untuk diterima atau tidak seseorang dinilai dari akumulasi hasil test. “Penilaian dari hasil akumulasi test, yaitu dari nilai administrasi, nilai uji kompetensi dan wawasan (CAT) dan hasil wawancara,” jelas Ujang. Media ini sampai bertanya dua kali untuk meyakinkan bahwa penentuan diterima atau tidak, dari akumulasi nilai hasil test. Dan Ujang menegaskan bahwa yang menentukan itu hasil akumulasi dari semua test.

Kasus ini memicu polemik, ketika Widdy Apriandi, salah satu peserta test menyoal keputusan Bawaslu menyingkirkan Widdy dengan cara culas. “Buat saya, kalau keputusan tidak meloloskan saya itu fair, buat saya persoalan saya anggap selesai. Ini lembaga negara, lembaga yang bekerja berdasarkan UU, untuk urusan rekrutmen staf Non ASN saja jadi sangat politis,” jelas Widdy.

Sementara itu, Cepi juga menegaskan berkali-kali bahwa yang memutuskan Widdy diterima atau tidak itu hasil musyawarah bersama antara pihaknya sebagai Kepala Sekretariat Bawaslu dengan semua unsur pimpinan Bawaslu. Newspurwakarta.com sampai bertanya tiga kali untuk memastikan bahwa keputusan ini adalah hasil keputusan bersama. Dan Cepi menegaskan secara konsisten bahwa keputusan ini hasil keputusan bersama.

Sementara Ketua Bawaslu Ujang Abidin menegaskan bahwa keputusan Widdy diterima atau tidak itu semata diputuskan oleh Kepala Sekretariat. “Itu domain Kasek Bawaslu. Kita tidak tahu menahu,” tegas Ujang.

Cepi menghindar ketika ditanya sisi mana kelemahan Widdy sehingga dia gagal saat test wawancara. Cepi juga berkali-kali menjawab bahwa hasil wawancara Widdy bisa bagus karena persepsi orang saja. “Saya punya pandangan lain,” jelasnya. Saat Widdy wawancara, Cepi adalah pihak yang melakukan wawancara dengan Widdy.

Dari penelusuran media ini, berdasarkan aturan dari Bawaslu Jawa Barat, ada tiga komponen penting dalam wawancara. Pertama aspek Kepemiluan mendapat porsi 40%, aspek motovasi 30% dan aspek Integritas nilainya 30%.

MERASA DIJEBAK

Widdy menjelaskan bahwa ia merasa dimudahkan saat wawancara dari gestur omongan Kasek Cepi. Saat wawancara soal integritas saya tidak ditanya apapun. Karena saat itu Cepi menyatakan bahwa Widdy sudah terukur untuk urusan integritas.

WIDDY APRIANDI

“Bahkan Cepi pula yang menegaskan saat wawancara kalau nilai tertinggi CAT akan menjadi pertimbangan utama,” jelas Widdy.

Widdy sempat protes ke Cepi ketika hasil akhirnya menganulir dirinya. “Anda antara gestur dan omongan tidak sinkron, pas wawancara saya pegang omongan anda dan ternyata beda dengan hasil,” protes Widdy kepada Cepi.

Saat itu, Cepi menegaskan bahwa itu semua pimpinan yang memutuskan. “Itu keputusan pimpinan,” jelas Cepi kepada Widdy.

Cepi sendiri ketika dikonfirmasi soal ini membantah. “Itu hanya pandangan pak Widdy saja. Saya tidak bicara seperti itu,” ujarnya.

Widdy dikenal luas di Purwakarta sebagai aktivis tulen. Sepanjang karier sebagai mahasiswa, ia selalu terlibat aktif dalam berbagai demonstrasi mahasiswa menentang kebijakan Bupati. Widdy pula satu-satunya aktivis kutu buku. Buku-buku filsafat dan Das Capital dilahap habis saat masih menjadi aktivis mahasiwa.

Ia juga kolumnis serius di berbagai media lokal. Kapasitas intelektualnya terjaga. Hingga kini, Widdy masih menjadi aktivis.

Pada periode 2004 sampai 2009 Widdy penah menjadi staf ahli Panwas Purwakarta. Mantan Ketua KPU Deni Ahmad Haedar menilai Widdy adalah tipe pekerja keras. “Saya suka dengan cara kerja Widdy. Orangnya bagus,” jelas Haedar melalui pesan whatsappnya ketika mengomentari polemik Widdy.

Menurut Cepi, ada 10 orang yang akhirnya diterima dalam seleksi ini. Sementara Widdy tersingkir karena hasil wawancaranya rendah.

Ketika media ini meminta dokumen rekaman proses hasil seleksi dan hasil penilaian akhir antara 10 orang yang diterima dengan hasil penilaian Widdy, baik Cepi maupun Ujang tidak merespon permintaan ini.

TIDAK ADA MAKAN SIANG GRATIS

R TJETJEP SAEFULLOH

Sementara itu R Tjetjep Saefulloh, Ketua DPW Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) menegaskan kasus ini bau-bau manipulatifnya kental sekali. “Siapa yang tidak kenal kapasitas dan kualitas Widdy,” jelasnya.

Menurut Tjetjep, terlalu bodoh menyingkirkan Widdy dengan cara seperti itu. “Widdy itu seorang kutu buku, intelektualitasnya terjaga, pengalaman organisasi bagus. Apalagi pernah jadi staf ahli Panwas. Saya yakin dia mestinya diterima. Gak mungkinlah kalau penilaiannya objektif dia tidak lolos. Hampir 100% persyaratan soal kompetensi, wawasan, komitmen, terpenuhi dan bisa dipastikan paling unggul,” katanya.

Tjetjep punya penilaian lain. “Dugaan saya sejak awal memang dirancang untuk tidak lulus,” jelasnya. Menurutnya, melihat pola ‘kejahatan’ dalam rekrutmen di Purwakarta, bisa saja ini ujung-ujungnya jual beli kursi staf Bawaslu. Kan tidak ada makan siang yang gratis,” jelasnya.

Tjetjep meminta agar masalah ini dibuka apa adanya ke publik. “Dokumen hasil proses seleksi mesti dibuka ke publik. Sehingga kejanggalan yang tidak masuk akal ini tidak menjadi fitnah,” jelasnya. (nur/bay/KDR).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *