BisnisHead LineSuspensi

BAGAIMANA BISA SUKSES BANGKIT DARI KEJATUHAN BISNIS

GUNTORO SOEWARNO

Oleh : Guntoro Soewarno, Owner PT Raja Sengon Abadi, Candidat VCoach Business pada Indonesian Islamics Business Forum (IIBF).

FASE paling sulit bagi siapapun yang memutuskan hidup dari bisnis adalah saat bisnisnya lagi jatuh. Gagal mengelola kejatuhan bisnis akan memicu dan mempercepat proses kejatuhan bisnis makin dalam dan berdarah-darah. Karena kejatuhan bisnis itu mesti ditangani dengan ilmu. Tanpa ilmu, kejatuhan bisnis akan melebar ke mana-mana, termasuk ancaman terhadap rumah tangga.

Mitos yang ada selama ini, dan susahnya mitos ini seolah-olah sudah menjadi tipikal baku bagi pengusaha muslim. Mitos itu bunyinya gini,”Kalian orang muslim jangan sekali-kali bisnis, karena nanti jatuh bangkrut, meninggalkan banyak utang dan keluarga berantakan. Maka dari itu jadilah karyawan saja. Jangan jadi pengusaha.”

Ini mitos yang sudah mengurat akar di kalangan ummat Islam. Wajar saja kalau dunia bisnis dikuasai bangsa keturunan. Lalu apakah mitos itu benar? Salah 1.000%. Mau tahu buktinya? Kita lihat bagaimana Rasulullah dan para sahabatnya adalah pengusaha-pengusaha sukses yang kaya raya. Bahkan sahabat Ustman bin Affan kekayaannya melimpah ruah hingga sekarang.

Suksesnya Rasulullah pada awal-awal perjuangan karena para sahabat generasi pertama sebesar 80% adalah pengusaha. Jadi, pengusaha muslim yang digambarkan selalu jatuh, bangkrut, banyak utang dan keluarga berantakan adalah mitos-mitos yang terus ditanamkan kepada kaum muslimin agar anti bisnis. Ummat didesain sedemikian rupa agar terus menjadi bangsa konsumtif, bukan bangsa yang produktif dan berkualitas unggul.

Rasulullah sendiri adalah pengusaha yang sangat sukses dan kaya raya. Kesuksesan yang Rasulullah raih dalam bisnis terjadi sejak masih muda belia. Puncak kejayaan bisnis Rasulullah terjadi saat menjalankan bisnis Siti Khatijah, yang kemudian menjadi isterinya.

Pertanyannya, kenapa Rasulullah dan para sahabtnya bisa sukses bisnis dengan gemilang, sementara kita bangkrut? Jawabannya sederhana saja, yang Rasulullah jalankan dan tanamkan kepada para sahabatnya adalah melulu soal spiritualitas dan karakter unggul sebagai pengusaha muslim.

Guru bisnis saya Heppy Trenggono menyatakan bahwa sukses bisnis 80% ditentukan oleh unsur spiritualitas dan karakter bisnis. Sisanya sebesar 20% oleh skill bisnis. Masih menurut Heppy, rata-rata pengusaha yang jatuh akibat mengandalkan skill. Dia tidak sadar bahwa sukses bisnis itu ditentukan oleh urusan spiritualitas dan karakter bisnis.

Kalau kita mengaku Islam, maka contohlah Rasulullah dan para sahabatnya dalam berbisnis. Bahwa bisnis itu harus dibangun oleh pondasi spiritualitas yang kuat, dan dibangun oleh karakter jujur, transparan, bertanggung jawab, disiplin tinggi dan strong leadership. Juga bagaimana berkomunikasi yang bagus, fokus, berkomitmen, gigih pantang menyerah dan disiplin dieksekusi.

KENAPA JATUH

Rata-rata pebisnis jatuh karena dia melakukan bisnis tanpa ilmu. Bisnis yang dijalankan tanpa ilmu, soal kejatuhan bisnis tinggal soal waktu saja. Begitu pula bisnis yang mengandalkan skill dan mengabaikan aspek spiritualitas dan karakter bisnis, akan berujung kejatuhan yang menyakitkan.

Bisnis mesti dikembangkan sebagai hasil kombinasi antara spiritualitas, karakter dan skill bisnis. Selama kita mengabaikan salah satunya, kejatuhan bisnis pasti terjadi.

Seorang ahli masak akan selalu bangkrut ketika dia membuka restoran. Karena dia cuma punya skill, tanpa punya modal ilmu yang cukup soal bisnis. Dia tidak paham bahwa spiritualitas dan karakter bisnis lebih penting ketimbang sekedar skill pintar memasak.

Ilmu mengelola uang, bagaimana menstabilkan cash flow, bagaimana menjaga agar bisnis kita selalu ada cash, bagaimana memahami paradoks cash, adalah hal penting mengelola bisnis.

Rasa ingin bisnis kita cepat besar dengan cabang di mana-mana adalah jebakan mematikan dalam bisnis. Keinginan cepat besar, bernafsu ingin segera sukses adalah penyakit yang berbahaya dalam bisnis. Fenomena ini disebut speed bisnis. Speed dalam bisnis adalah pembunuh berdarah dingin.

Hari-hari ini kita melihat Lazatto berdiri di mana-mana. Orang melihat Lazatto heren dan joz. Mari kita buktikan tiga bulan yang akan datang, kalau Lazatto makin menjamur bagus. Tapi kalau pasang surut, ayo kita ingatkan manajemen Lazatto agar kembali ke jalan yang benar. Fenomena Lazatto adalah contoh riil satu entitas bisnis yang lagi kena jebakan speed.

Rata-rata pengusa yang masuk dalam kubangan speed, Ia hanya sebatas “kelihatannya” saja bisnisnya bagus. Biasanya, tiap akhir bulan cash kosong, akibat terlilit banyak kendala non teknis. Kalau tidak ada cash, kalaulah ia kaya, percayalah ia hanya sebatas “kelihatan” kaya saja.

MENANGANI KEJATUHAN

Robert T Kiyosaki menyatakan bahwa kalau kalian ingin sukses sebagai pengusaha, maka alamilah kejatuhan bisnis berulang-ulang. Karena, menurut Kiyosaki, dengan sering jatuh, maka mental kita sebagai pengusaha akan sekuat rajawali.

Berbeda dengan Heppy Trenggono. Kalian memang sebaiknya pernah jatuh dari bisnis. Karena kejatuhan dari bisnis akan memaksa anda untuk berfikir keras kenapa bisa jatuh dan bagaimana bisa bangkit. Pengusaha yang tidak pernah jatuh malah berbahaya. Karena ketika bisnisnya sudah tinggi menjulang dan kemudian jatuh, maka akan sangat mematikan.

Berbeda dengan Kiyosasi, Heppy Trenggono yang pernah berguru langsung dengan gurunya Robert T Kiyosasi menyatakan kejatuhan bisnis tidak perlu berulang-ulang. Tapi cukup sekali saja. Saat anda jatuh, cari dan kuasai ilmu bisnis, bangun spiritualitas dan karakter bisnis, tingkatkan skill dan bangkitlah … terbangkan bisnis anda dengan gemilang, setinggi langit dengan pondasi yang sangat kokoh.

Karena, buat Heppy, bisnis seorang pengusaha muslim mesti lebih sukses dari siapapun. Bahwa bisnis itu harus tumbuh, ada cashnya, sustain dan bermanfaat bagi banyak orang.

Lalu apa yang mesti kita lakukan ketika kita lagi jatuh dalam bisnis. Langkah-langkah berikut adalah jalan kebangkitan bagi pengusaha, siapapun dia.

1. Fokus 80% Tetap Pada Peluang.

Rata-rata pengusaha yang lagi jatuh, Ia biasanya tidak bisa berfikir jernih. Sebesar 100% pikiran dan tenaganya larut dalam persoalan bisnis. Maka yang terjadi kemudian, persoalan kejatuhan dihadapi dengan panik. Muncul kemudian langkah-langkah konyol yang makin memperkeruh susasana, dan persoalan akan melebar ke mana-mana.

Ketika lagi jatuh, pikirkan kejatuhan bisnis 20% saja dari hidup kita. Sebesar 80% tetap fokus pada peluang dan menjalankan bisnis yang masih mendatangkan cash. Intinya lokalisir problem bisnis, energi kinetik sebesar-besarnya untuk memburu berbagai peluang bisnis yang bisa jadi mesin uang.

2. Buru Ilmu Bisnis

Kalau kita jatuh bisnis karena tata kelola keuangan yang buruk, meninggalkan utang bertumpuk-tumpuk, maka carilah ilmu tentang utang. Karena, kalau kita ingin kaya raya kuasai ilmu tentang utang.

Kalau kita jatuh akibat tidak jujur dalam menjalankan bisnis, tidak paham soal disiplin, maka burulah ilmu tentang karakter bisnis. Karakter akan memicu trust dan trust akan menjamin pertumbuhan bisnis dan cash anda.

Jika anda masih doyan riba, maka belajarlah tentang spiritualitas bisnis. Tidak ada pebisnis yang masih doyan riba bisa sukses. Tidak ada satupun. Pelajari bagaimana bisnis dibangun di atas pondasi spiritualitas yang kokoh. Karena pondasi itu yang akan memperkuat bangunan bisnis kita tidak mudah guyah diterpa badai persoalan. Heppy Trenggono menyatakan menumbuhkan bisnis itu persoalan gampang, yang susah itu bagaimana bisnis dibangun dari keberkahan, proses yang halal dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang dalam.

Ilmu bisnis itu begitu penting. Maka burulah ilmu bisnis yang benar, ketika anda lagi jatuh.

3. Jaga Keluarga Tetap Dalam Keadaan Baik-baik Saja.

Sehebat apapun kejatuhan bisnis anda, pertahankanlah keutuhan keluarga. Persoalan bisnis seberat apapun, sebagai owner bisnis, anda harus bisa menjamin bahwa anak dan isteri dalam keadaan baik-baik saja. Itulah yang kita sebut sebagai strong leadership.

Ketika kita lagi jatuh, aspek strong leadership mesti lebih menonjol. Tetap menjaga keutuhan keluarga dengan fokus 80% untuk tetap berusaha keras agar bisnis dan peluang tetap jalan adalah satu bentuk strong leadership yang bagus. Sikap ini mesti dipertahankan sebagai bentuk pertanggung jawaban dalam bisnis.

4. Jujur Brutal jangan Lebay

Ketika lagi jatuh dalam bisnis, jujurlah secara brutal pada lingkungan dan jaringan yang terkait dengan bisnis kita. Jangan sekali-kali lebay, seolah-olah bisnis kita masih baik-baik saja. Tingkah lebay ini menyebabkan kita gagal fokus. Sedang jatuh tapi perilakunya masih seperti pengusaha kaya yang sukses, ya jadi runyam deh. Jujurlah secara brutal, bicara ke pihak bank, atau investor kalau kita lagi jatuh. Bicarakan dan dapatkan jalan keluarnya. Dengan jujur brutal 50% problem bisnis bisa diselesaikan dengan mudah dan melegakan.

5. Hidup Semurah Mungkin

Tinggalkan hidup mewah, review ulang jadi hidup dengan cara sederhana. Jangan sekali-kali lagi jatuh bisnis, tapi gaya hidup tidak berubah. Sikap mental seperti ini akan menyebabkan problem bisnis akan terus menekan, akibat biaya hidup yang terus tinggi, sementara pendapatan lagi minus. Yang terjadi besar pasak dari pada tiang dan akan makin memperkeruh keadaan.

Tundalah untuk sementara kebahagiaan. Hiduplah dengan prihatin. Menunda kebahagiaan adalah satu contoh pengusaha bermental kaya.

6. Hati-Hati Aspek Hukum

Hubungan dengan investor biasanya makin rumit saat kita lagi jatuh dalam bisnis. Pada hakekatnya, hubungan bisnis dengan investor, kalaulah masuk dalam ranah hukum adalah kasus perdata. Persoalan akan menjadi rumit, ketika investor menekan kita dengan pasal-pasal pidana. Hal ini bisa saja terjadi.

Maka langkah awal dan segera adalah hadapi mereka dan ajak dengan cara baik-baik bagaimana jalan keluarnya. Begitu sudah ada kesepakatan, segera transfer berapapun ke investor sebagai bukti komitmen kita. Sikap kita mentransfer dana pengembalian ke investor juga telah menghilangkan aspek pidananya, sekecil apapun uang yang sudah kita transfer.

Intinya jangan tunda, mengubah aspek pidana ini menjadi perdata, hanya gara-gara kita tidak segera berunding dengan mengatakan apa adanya, dan segera transfer berapapun uang yang ada.

Sebagai catatan akhir, sebagai pengusaha, apalagi muslim, biasakan bisnis dengan standard Rasulullah dan telah dibuktikan oleh para sahabatnya dengan sukses. Bahwa untuk bisa sukses perlu dibangun spiritualitas sebagai pondasi bisnis, karakter dan skill bisnis. Dengan begitu biarlah Allah yang menjamin bahwa bisnis kita bisa tumbuh, ada cashnya, sustain dan penuh berkah. (KDR).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close