PolitikStraight News

AZHAR AUNG SH, INGIN NILAI-NILAI ISLAM MASUK DALAM KEBIJAKAN DAN UU

MENJADI CALEG PBB UNTUK DPR RI DARI DAPIL VII

AZHAR AUNG, SH, selama ini dikenal sebagai pejuang antikorupsi. Melalui lembaga yang sedang dirintisnya, Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Azhar ingin menunjukkan komitmennya yang antikorupsi.

“Indonesia rusak karena korupsi. Pejabat korupsi karena lupa dengan nilai-nilai Islam yang diyakininya. Maka dari itu, memperjuangkan agar nilai-nilai Islam merasuk dalam diri dan kebijakan pejabat itu penting. Lebih bagus lagi bisa masuk ke UU,” jelas Azhar.

AZHAR AUNG SH INGIN MEMEPEJUANGKAN AGAR NILAI-NILAI ISLAM BISA MERASUK DALAM KEBIJAKAN DAN UU

Sikap politik yang ingin nilai-nilai Islam terserap dalam kebijakan dan UU itulah yang mendorong Azhar memutuskan terjun ke politik. Kali ini, notaris kondang dari Purwakarta ini maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil VII. Ia maju dari Partai Bulan Bintang (PBB). Kini Azhar mesti berjuang untuk meraup suara di Kabupaten Purwakarta, karawang dan Bekasi.

Azhar menambahkan, PBB menjadi pilihannya karena nilai-nilai perjuangan politiknya jelas. “PBB adalah satu-satunya pewaris Masyumi. Dan partai yang garis perjuangan Islamnya jelas.”

Untuk itu, jelas Azhar, Ia berkomitmen penuh agar nilai Islam bisa bersanding dengan NKRI, sekaligus bisa mensejahterakan rakyat. “Sikap politik PBB jelas, islam, bela kepentingan rakyat dan selamatkan NKRI,” jelasnya.

Mantan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Hanura ini menjelaskan, ada pandangan yang keliru, sekelompok orang yang mendikotomikan antara Islam dan Negara. Seolah kalau Islam itu selalu anti NKRI.

“Garis politik PBB jelas, kami sudah menganggap selesai soal Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Yang kami harapkan hanya bagaimana nilai-nilai Islam bisa menjadi pegangan hidup berbangsa dan bernegara. Kebijakannya Islami, UUnya Islami. Ini komitmen kami untuk memperjuangkan itu,” jelasnya.

ANTI KORUPSI

Dalam barisan gerakan Antikorupsi, Azhar termasuk pemain berpengalaman. Bersama kawan-kawan yang selama ini getol memperjuangkan berbagai dugaan korupsi di Purwakarta, Ia mendirikan GMPK.

ARTIKEL SERUPA  KETUA KPP MUNAWAR CHOLIL : ANGGOTA DEWAN LAGI LOBI KEJARI AGAR LEPAS DARI JERAT HUKUM

“GMPK itu satu gerakan antikorupsi yang ingin memperkuat dan memperluas partisipasi publik dalam memerangi korupsi. Itulah kenapa saya memutuskan diri untuk terjun langsung,” jelasnya.

Azhar Aung SH adalah Ketua GMPK Purwakarta. Lembaga ini didirikan oleh mantan Komisioner KPK Bibit Samad Riyanto. “Pendirinya orang yang punya track record yang bagus tentang korupsi. Maka dari itu kita mau bergabung,” ujarnya.

Bagi Azhar, Indonesia mesti bebas dan bersih dari korupsi. Tingkah laku korup ini, menurutnya, telah menjadi sumber masalah, memicu kemiskinan dan merugikan negara.

“Itulah pentingnya, korupsi mesti kita lawan. Perilaku koruptif itu muncul karena pemahaman akan agama yang dangkal. Di situlah peran penting nilai-nilai Islam, untuk bisa ambil bagian dalam proses pemberantasan korupsi,” jelasnya.

ANGKATAN KERJA PRODUKTIF

Azhar menambahkan, persoalan lain yang perlu mendapat perhatian serius adalah soal angkatan kerja. “Pendidikan mesti dikembangkan pada basis ketrampilan dan berdaya saing tinggi. Dengan pola pengembangan seperti itu, maka angkatan kerja kita akan mampu bersaing dan produktif,” ujar Azhar.

Menurutnya, aspek pertanian juga perlu mendapat penanganan serius. “Terutama di Karawang dan Purwakarta. “Jadi pertanian kita pertahankan, kita perkuat. Karawang biarlah tetap menjadi lumbung padi nasional, begitu juga dengan Purwakarta. Karena ada dua waduk, Jatiluhur dan Cirata, maka perikanan rakyat mesti kita bela dan kita lindungi hak hidupnya.

Pendidikan Islam, baik itu di majelis taklim maupun pesantren perlu juga mendapat pembinaan yang serius. “Pesantren itu kultur Indonesia. Lembaga pendidikan seperti ini mesti mendapat perhatian lebih,” ujarnya. (adv/KDR).

Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *