Head LineKriminalPemda

AWOD : TAMAN DI TAJUG GEDE CILODONG DIDUGA DIBANGUN DARI DANA CSR

HIBAH Rp 9 MILIAR KE TAJUG GEDE DIPERTANYAKAN

PURWAKARTA (eNPe.com) – Pembangunan taman di Tajug Gede Cilodong, menurut Wakil Ketua Komunitas Masyarakat Purwakarta (KMP) diduga dibangun dari dana CSR beberapa perusahaan. Maka dari itu, pihaknya meyakini bahwa pembiayaan taman itu telah terjadi dobel anggaran.

“Kita patut mempertanyakan hibah Rp 9 miliar ke Tajud Gede. Karena hasil penelusuran KMP ada dana CSR dari beberapa perusahaan yang juga masuk ke Tajug Gede,” jelas Awod Abdul Gadir kepada eNPe.com semalam (22/8).

AWOD ABDUL GADIR

Menurut mantan Ketua PAN Purwakarta ini, ada manajemen keuangan Pemda yang amburadul. “Ini isterinya yang jadi Bupati diduga memberi hibah kepada suaminya yang menjadi Ketua DKM Tajug Gede Cilodong. Hal-hal seperti ini dalam tata kelola keuangan tidak etis,” jelas Awod.

Maka dari itu, pihaknya meminta agar semua elemen antikorupsi di Purwakarta, mahasiswa dan tokoh masyarakat untuk mengawasi semua proses pembangunan masjid itu. “Kita akan pertanyakan dengan serius soal Hibah dan dana CSR yang masuk ke Tajud Gede ini,” jelasnya.

Seorang mantan petinggi di DPRD Purwakarta juga menyatakan hal yang sama. “Itu ada dana CSR yang masuk juga. Jadi itu hibah utuh dan masuk kantong petinggi. Ini cara lama menyiasati anggaran,” ujarnya.

Ia berharap soal dana CSR dan hibah ke Tajug Gede Cilodong mesti digali dan dikaji di mana penyakitnya. “Itu soal masjid, mestinya jangan sampai digunakan untuk hal-hal seperti itu,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Purwakarta Fitri Maryani sempat menyoal aliran dana sebesar Rp 9 miliar ke Tajug Gede Cilodong. Saat itu Fitri di hadapan Kepala ULP mempertanyakan aliran dana itu. “Bukankah anggaran untuk pembangunan Tajug Gede Cilodong sudah 100% direalisasikan. Ini dana untuk apa lagi,” tanya Fitri saat itu. Kepala ULP mendapat pertanyaan seperti itu tidak mampu menjelaskan.

Ketua DKM Tajug Gede Cilodong Dedi Mulyadi ketika ditanya soal adanya aliran dana CSR ke Tajug Gede enggan menjawab. Pertanyaan yang dikirim melalui sms hanya dibaca saja. DM, sapaan akrab Dedi lebih suka diam. (bay/KDR).

Tags

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *