Head LinePolitikTajuk

ANGGOTA DEWAN SEKARANG TERNYATA “NERAKA” BUAT BUPATI ANNE RATNA MUSTIKA

YANG PRO BUPATI HANYA 19 ORANG

MENDENGAR cerita satu anggota dewan yang satu ini sungguh menyenangkan. Ternyata bakal ada perubahan radikal di DPRD Purwakarta. Pasalnya, kekuatan riil yang pro Bupati hanya 19 orang. Mereka dari Golkar, PKB, Partai Berkarya dan Ketua PAN.

Yang selebihnya, Gerindra, PKS, Demokrat, Nasdem, dan satu anggota PAN lebih memilih oposisi dan menjaga jarak dengan kekuasaan.

Itu artinya 19 anggota pro Bupati, selebihnya 26 anggota memilih untuk menjaga jarak dengan penguasa. Dugaan banyak pihak bahwa bakal ada perubahan peta politik di dewan menjadi nyata.

Alasan mereka mengambil jarak kepada Bupati juga menarik. Pertama, ingin mengembalikan fungsi DPRD agar punya kredibilitas tinggi. Kedua, ingin membuktikan kinerja yang lurus kepada masyarakat. Ketiga, mereka merasa bukan orang “bego” yang bisa diatur-atur oleh uang dan kekuasaan. Keempat, beberapa partai ambil sikap ini karena kenyang oleh PHP dari penguasa. Campur aduk alasannya. Tapi apapun, itu keren abis.

Perkembangan peta politik ini akan makin seru kalau skandal dugaan korupsi SPPD dan Bimtek fiktif terus bergulir dan masuk ke ranah hukum. Kalau itu terjadi maka kekuatan politik Bupati ludes. Laiknya daun kering di musim kemarau yang terbakar hebat di tengah amukan puting beliung.

Kekuatan politik dinasti yang anti demokrasi memang berhasil dibangun di eksekutif. Bupati Anne Ratna Mustika, di bawah mentor suaminya, telah sukses 100% menempatkan orang-orang kepercayaannya di jabatan startegis. Kronisme terus dibangun untuk melanggengkan kekuasaan.

Untuk melawan kekuatan dinasti dan kroni-kroninya memang mesti ada kekuatan oposisi di dewan. Kita patut bersyukur, Dewan sekarang diisi oleh anak-anak muda pintar yang isi kepalanya berdaging. Mereka enggan menjadi “kerbau” yang manut saja apa kata penguasa.

Hubungan antara Bupati dengan anggota dewan juga berubah. Tiap kali Bupati datang, tidak seperti dulu, laiknya seorang raja yang datang. “Kita biasa saja. Bahkan cenderung cuek. Karena kita sadar posisi kita sejajar,” jelas anggota Dewan yang memilih oposisi itu.

Bahkan, menurutnya, PKS dan Gerindra lebih ganas. “Mereka menutup diri dan sangat menjaga jarak,” katanya.

HAK PUBLIK AKAN DIPENUHI 100%

Konstelasi politik di Dewan vis a vis Bupati ini bakal makin seru. Karena kelompok oposisi memutuskan untuk memberi informasi apapun terkait dengan kegiatan dewan kepada publik.

Bahkan, hak dewan untuk tahu laporan keuangan Pemkab tiap tiga bulan akan diminta. Laporan triwulan ini sepanjang 10 tahun ke belakang selalu disembunyikan.

Bahkan, untuk urusan ulang tahun Purwakarta pun akan ditekan habis. Ketimbang hura-hura, anggaran akan digunakan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan ummat.

Kita akan membayangkan Bupati yang bakal pusing dengan peta politik yang ganas ini. Bupati Anne yang berlatar ibu rumah tangga tentu akan merasakan konstelasi politik dewan bakal seperti “neraka.” Ia akan tidak mudah lagi mengatur-atur anggota dewan, laiknya yang terjadi dalam rentang 10 tahun silam.

Kini, tugas masyarakat adalah memperkuat, mendorong dan mendoakan, mudah-mudahan keinginan untuk berubah mayoritas anggota dewan ini tidak “masuk angin.” Tidak mudah goyah oleh “hujan” uang yang bakal bertubi-tubi menyerang mereka dari delapan penjuru mata angin. Yuhuii … (PU).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close