Head LineKriminalPemda

ANGGARAN INSPEKTORAT Rp 4,3 MILIAR, SEBESAR 57% RAWAN DIKORUPSI

INSPEKTORAT MESTI KASIH CONTOH LEMBAGA LAIN

PURWAKARTA (eNPe.com) – Anggaran untuk Inspektorat pada APBD 2019 sebesar Rp 4,3 miliar. Dari jumlah itu, menurut satu aktivis antikorupsi, sebesar 57% rawan dikorupsi.

“Mestinya sebagai lembaga pengawas internal, institusi Inspektorat memberi contoh. Dari kajian kita, dari 4,3 miliar sebesar Rp 2,5 miliar, atau sebesar 57% rawan korupsi, akibat semua proyek dibuat dibawah Rp 200 juta. Jadi jari telunjuk lebih berkuasa. Ini sangat memprihatinkan,” jelas Wakil Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Purwakarta Zaenal Abidin, kepada eNPe.com, semalam (19/7).

ZAENAL ABIDIN

Sebelumnya, fenomena yang sama terjadi di Sekda Pemkab Purwakarta. Dari anggaran Sekda dari APBD 2019 sebesar Rp 53 miliar, sebesar Rp 10 miliar diantaranya rawan dikorupsi. Hal ini terjadi, proyek penunjukan di Sekda dibuat nilainya di bawah Rp 200 juta.

Zaenal menambahkan, kondisi ini pasti terjadi disemua dinas. “Kita akan menghitung semuanya di dinas-dinas. Sehingga akan kelihatan struktur APBD ini sehat atau tidak,” jelasnya.

Menurut Zaenal, proyek penunjukan langsung dibolehkan secara UU. “Tapi nilainya tidak boleh lebih dari 5%. Yang terjadi diinspektorat ini sungguh keterlaluan, sampai 57%. Ini bukti lembaga pengawas ini diragukan kebersihannya,” jelasnya.

Pihaknya meminta agar BPK mengaudit secara sungguh-sungguh. “Kalau struktur APBD direkayasa sehingga nilai proyek di bawah Rp 200 juta lebih dari 50%, itu artinya Pemkab memang berencana untuk korupsi secara masif, terstruktur dan sistematis. Ini yang mengerikan,” jelasnya.(bay/KDR).

ARTIKEL SERUPA  BUPATI AKHIRNYA SETUJUI IMB ROYAL CAMPAKA SELUAS 23 HEKTARE
Tags

Related Articles

Beri Komentar :

Your email address will not be published. Required fields are marked *