Head LineLingkunganPemda

19 WARGA PURWAKARTA YANG BERPOTENSI KORONA DAN DIKARANTINA DI RUMAH MASING-MASING SANGAT BERESIKO BUAT WARGA LAIN

MESTINYA DIISOLASI DI SATU TEMPAT BIAR MUDAH DIKONTROL

PURWAKARTA (eNPe.com) – Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Purwakarta Deni Darmawan menyatakan 19 warga yang berpotensi kena Corona sekarang diisolasi di rumah masing-masing. Satu warga mengeluhkan kebijakan ini, karena sangat beresiko buat orang lain.

“Itu bagaimana kalau ternyata dari 19 orang yang dikarantina di masing-masing rumah ternyata positif Corona, terus kita sebagai tetangganya harus bagaimana. Ini SOP dari Dinas Kesehatan tidak jelas. Ini memicu keresahan warga. Kebijakan ini keliru,” jelas Iwan Somantri warga Purwakarta kepada eNPe.com hari ini (17/3).

“Ketika sudah ada satu warga yang positif terkena virus Corona, Pejabat Pemkab Purwakarta mestinya lebih terbuka menjelaskan soal virus ini ke warga. Ini agar tidak memicu keresahan.” (Pengacara KPP Riyad Abdul Hanan, SH).

Menurutnya, kebijakan ini keliru berat. “Kita kan tahu karakter warga kita tidak disiplin. Kedua, petugs Dinas Kesehatan juga terbatas. Bagaimana cara mengawasi mereka,” katanya.

Pihaknya sangat menyayangkan kebijakan ini. “Cara Bupati menangani Corona sungguh gegabah. Masih main-main mereka itu. Tidak memberi jaminan apapun agar warga tenang,” jelasnya.

Mestinya, menurut Iwan, ke 19 warga itu diisolasi disatu tempat. “Ini agar jelas pengawasannya. Warga juga tidak bertambah resah,” jelasnya.

PEJABAT MASIH SUKA BUNGKAM

Sementara itu, sejumlah pejabat berwenang masih suka bungkam untuk menjelaskan SOP bagaimana penanganan ke-19 warga dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP) itu.

Ketika ditanya bahwa ke-19 orang itu beresiko kalau dikarantina secara mandiri di rumah masing-masing, Sekretaris Dinas Kesehatan Pemkab Purwakarta Rudi Hartono hanya menyatakan,”Penjelasannya panjang.”

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Pemkab Purwakarta Dokter Elitasari juga enggan menjelaskan bagaimana sistem isolasi secara mandiri bisa memberi rasa aman bagi warga lain.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Purwakarta Deni Darmawan dan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika akhirnya mengakui kalau satu warga Purwakarta positif terkena virus Corona. Sebelumnya semua pejabat menutup rapat informasi soal ini.

Baru setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan bahwa dari 10 warga Jabar yang positif terkena virus Corona, satu di antaranya dari Purwakarta, pejabat Purwakarta baru terbuka ke warga.

Lawyer Komunitas Peduli Purwakarta (KPP) Riyad Abdul Hanan, SH meminta agar pejabat jangan pelit memberi informasi perkembangan soal wabah Corona. “Ini biar warga tenang dan bisa antisipasi secara mandiri,” jelasnya.

Mestinya, menurut Riyad, pejabat yang berwenang memberi sosialisasi seluas-luasnya dan sejelas-jelasnya. “Jangan dalam posisi sudah ada satu yang positif terkena Corona, ini pejabat masih juga tertutup. Ini kesalahan fatal,” jelasnya. (nur/PU).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close